Ternyata Wanita Memiliki 4 Kelebihan Dibanding Pria Dalam Berbisnis

Posted by Unknown Minggu, 05 Agustus 2012 0 komentar
Jika sebuah keluarga lalu sang istri bisa membantu suaminya secara finansial, saya yakin keluarga tersebut akan lebih mapan ekonominya. Namun tak banyak istri bisa ikut bekerja dengan alasan klasik “kepentingan pengawasan anak dan mengurus tugas rumah“. Sebenarnya masalah ini bisa diatasi dengan mudah, mereka bisa membuka usaha sendiri di rumah. Tanpa harus meninggalkan tugas rumah tangganya.

Banyak pilihan usaha yang bisa dilakukan di rumah, bisa buka toko kelontong, kue, catering, sewa baju pengantin, jahit menjahit, bordir dan masih banyak lagi. Dan tahukah Anda ternyata wanita memiliki tingkat kesuksesan yang lebih tinggi jika dia buka bisnis sendiri. Hal ini karena wanita mempunyai banyak kelebihan dibanding pria. Sayangnya sangat sedikit yang menyadari kelebihannya itu.

Semoga uraian dibawah ini bisa menginspirasi dan menambah semangat bagi para wanita untuk segera berwirausaha sendiri. Untuk bisa membantu keluarga mencapai kehidupan yang lebih baik lagi secara finansial.

Beberapa kelebihan perempuan dalam mengelola bisnis dibanding dengan pria adalah:

1. Networking
Dibandingkan dengan pria, perempuan memiliki keunggulan dalam hal networking. Perempuan memiliki keunggulan dalam segi jaringan pemasaran, karena memiliki pergaulan yang luas. Hal ini disebabkan perempuan memiliki kemampuan sosial dan mudah bergaul, sehingga lebih mudah untuk bisa menjaring konsumen. Misalnya saja melalui arisan.

Banyak orang, terutama pria, yang mengganggap bahwa arisan hanya menghabiskan uang, padahal sebenarnya itu merupakan salah satu cara untuk menjalin relasi. Sekarang ini, setiap perempuan -khususnya ibu rumah tangga- pasti mengikuti beberapa kegiatan arisan sekaligus dalam satu waktu. Jika cerdik, peluang ini bisa dimanfaatkan untuk menjual produk seperti kue, sepatu atau baju dll.

2. Kreatif
Perempuan dinilai lebih jeli melihat peluang usaha, dan pandai melihat celah usaha dibandingkan dengan pria. Terkadang hal yang terterpikirkan oleh para pria dan dinilai merupakan langkah bisnis sepele, justru bisa mendatangkan keuntungan dan kesuksesan bila dilakukan oleh kaum perempuan.

3. Telaten
Perempuan lebih teliti dalam menjalankan bisnis. Hal-hal detail dalam bisnis seperti urusan packaging, labeling, atau hal kecil lainnya, sangat dipikirkan oleh perempuan sehingga membuat produknya menjadi lebih menarik, dan memiliki daya jual yang tinggi.

4. Tidak mudah putus asa
Dalam berbisnis, perempuan dinilai lebih tangguh dan tidak mudah putus asa ketika mengalami kegagalan. Perempuan itu ibarat akar tumbuhan yang terus mencari cara untuk tumbuh dan sukses.

Ketika menghadapi kegagalan, perempuan memiliki daya juang yang tinggi dan lebih sabar untuk memulai segala sesuatunya dari bawah. Seringkali ketika menghadapi masalah PHK, perempuan lebih tangguh dalam mencari cara untuk bisa bertahan dan mengesampingkan gengsinya untuk memulai usahanya dari bawah dibanding pria. Banyak pegawai yang akhirnya bisa hidup berkecukupan berkat adanya bantuan usaha dari istrinya yang punya usaha sampingan di rumah.



Jadi tunggu apalagi.. musyawarahkan dengan keluarga dan segeralah buka usaha mandiri Anda.

Baca Selengkapnya ....

Rahasia Bisnis Sukses Orang China

Posted by Unknown 0 komentar
Bagaimana para orang china bisa menguasai pasar perdagangan di Indonesia? bahkan di dunia?
Lihatlah mereka begitu mudah menjadi sukses dalam perdagangan. Seperti kita ketahui bersama hampir di setiap sudut pusat perdagangan mereka ada dan rata-rata sukses. Bagaimana dan apa rahasianya?
Berikut ini adalah rangkuman dan point penting dalam buku “Rahasia Bisnis Orang Cina” tulisan Ann Wan Seng. Mau kaya dan sukses? Silahkan pahami dan praktekkan:

1. KERJA KERAS ibarat kata keramat yang mendorong pedagang Cina berhasil dalam bisnisnya…

2. Jika dahulu bapaknya berjualan air di pinggir jalan, anaknya akan membuka restoran dan barangkali cucunya akan mendirikan pabrik yang memproduksi air dalam kemasan.

3. Orang Cina cenderung memilih berdagang karena bidang ini tidak dibatasi oleh ruang, waktu dan tempat. Selain bebas, kegiatan perdagangan juga menyediakan ruang yang luas bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuannya.

4. Perdagangan orang Cina tidak banyak formalitas dan birokrasi. Mereka berusaha menjadikan kegiatan dagang ini semudah mungkin.

5. “Jika kita sama rajinnya dengan orang-orang di Barat, kita tidak akan dapat menyaingi mereka,” kata Kim Woo Choong. Harus lebih rajin lagi agar bisa menyaingi mereka.

6. Jika ingin lebih berhasil dari orang lain, kita tidak punya pilihan, kecuali bekerja dengan lebih keras dan rajin.

7. Persepsi orang Cina pada perdagangan adalah positif. Dunia dagang adalah dunia yang menjanjikan kesenangan, kemewahan, dan kebahagiaan.

8. Pedagang yang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang membuatnya bangkit kembali.

9. Berdagang dapat dijadikan sebagai hobi, tetapi bukan untuk mengisi waktu luang.

10. Keuntungan yang diperoleh tidak dibelanjakan. Keuntungan tersebut digunakan untuk menambah modal kerja dan melakukan investasi.

11. Uang digunakan untuk menghasilkan uang.

12. Pedagang Cina membolehkan terjadinya tawar-menawar. Meskipun proses ini memakan waktu dan mengurangi keuntungan, hal ini dapat menggembirakan hati pelanggan.

13. Pantang mengeluh di hadapan pelanggan, apalagi menunjukkan emosi negatif.

14. Bersikap terbuka dan berlapang dada apabila menghadapi situasi sulit, dan tetap fokus mencari jalan keluar.

15. Sekedar pintar berdagang tidak memberikan hasil yang maksimal. Harus didukung dengan sikap agresif, proaktif, berani, tahan banting, semangat tinggi, dan rela berjuang untuk merebut segala peluang yang ada.

16. Orang Cina rela bangun dini hari dan terus bekerja sampai malam hari.

17. Apabila orang Cina mengatakan akan berdagang mereka biasanya tidak akan berpikir panjang untuk menindaklanjuti. Pengalaman dan kemahiran tidak penting karena hal itu dapat dipelajari kemudian.

18. Kegagalan pertama tidak dapat melunturkan semangatnya. Sebaliknya akan membuatnya semakin gigih. Kegagalan kedua dijadikannya pelajaran. Kegagalan ketiga menjadikannya lebih bijak. Kegagalan berikutnya menguji kesabaran dan ketabahannya.

19. Apabila melibatkan diri dalam kegiatan perdagangan, kita harus menetapkan tujuan atau target untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang.

20. Budaya dagang orang Cina mengutamakan kecepatan dalam bertindak, hal ini penting seperti “siapa cepat dia dapat” .

21. Orang Cina mengijinkan pelanggan membuat pilihan sendiri, memberikan pelayanan yang baik, diskon atau kemudahan kredit.

22. Dunia perdagangan penuh dengan persaingan keras dengan berbagai macam cara. Oleh karena itu pedagang harus mempersiapkan dirinya dengan seni ‘bela diri’ perdagangan untuk menghadapi serangan dalam bentuk apapun dan kemungkinan yang akan datang.

23. Seni berdagang memerlukan kecermatan dan ketelitian, tidak cukup jika kita mempelajari teori saja. Berdagang perlu praktik dan menuntut seseorang senantiasa fleksibel.

24. Seni berdagang orang Cina mengutamakan prinsip ‘win-win’.

25. Pedagang harus memiliki daya tahan, mental, dan jiwa yang kuat.

26. Tanpa mengalami kerugian, keuntungan tidak mungkin datang.

27. Sebagian dari keuntungan disimpan untuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan menghadapi kemungkinan apapun yang di luar dugaan. Sebagian lagi digunakan untuk modal kerja.

28. Kerugian jangka pendek merupakan jalan yang dilalui untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang.

29. Pedagang Cina mempunyai kode etik. Menjatuhkan perdagangan orang lain adalah perbuatan yang terkutuk.

30. Bagi masyarakat Cina, pedagang dilarang mengganggu dan menjelek-jelekkan kegiatan perdagangan orang lain. Persaingan dibenarkan menurut nilai moral dan pertimbangan kemanusiaan. Pedagang yang tidak mematuhi etika ini akan terkena sangsi. Perbuatan menjatuhkan perdagangan orang lain dianggap sebagai tindakan yang menyalahi aturan. Sekali namanya sudah rusak, selamanya orang tidak akan mempercayainya lagi.

31. Meskipun kasih sayang dan sikap patuh tidak dapat dinilai dengan uang, kekayaan akan dapat memberikan kebahagiaan dan meningkatkan status sosial keluarga dalam masyarakat.

32. Beberapa faktor yang memotivasi keberhasilan orang Cina adalah kemiskinan, perasaan kurang aman, kemampuan bertahan hidup di tempat orang, tidak ada pilihan, dan ajaran falsafah yang didapat sejak kecil.

33. Dalam sistim sosial orang Cina, anak laki-laki adalah ahli waris keturunan. Salah satu cara menunjukkan penghormatan kepada kedua orangtua dan mengangkat martabat keluarga adalah dengan menjadi kaya. Satu-satunya cara menjadi kaya adalah melalui kegiatan perdagangan.

34. Uang tidak pernah jadi penghalang. Asal ada kemauan, pasti ada jalan. Jika belum ketemu jalan, buatlah jalan.

35. Petuah untuk berhasil dalam bidang perdagangan adalah dengan menjadi pedagang yang jujur, terpercaya, dan memudahkan urusan.

36. Untuk menjadi pedagang yang berhasil, harus mampu meyakinkan pelanggan.

37. Pedagang Cina tidak takut dan tidak pelit untuk mengeluarkan sedikit biaya tambahan asal mereka dapat ‘menangkap’ dan memikat hati pelanggannya.

38. Kesabaran itu memang pahit, tapi buahnya sangat manis.

39. ketekunan digabungkan dengan tekad yang kuat dan diperkuat dengan KESABARAN niscaya akan menjadi asset yang cukup berharga bagi siapa saja yang ingin melibatkan dirinya dalam perdagangan.

40. Kebanyakan usahawan Cina yang sukses bekerja sekurang-kurangnya 18 jam sehari.

41. Beberapa ciri yang menunjukkan seseorang itu memiliki bakat berdagang : mukanya bulat, enak dipandang, badan berisi, dahi cerah dan luas, serta begitu bergairah terhadap uang.

42. Emas yang tersembunyi hanya dapat ditemukan oleh seseorang yang gigih mencari dan menggalinya.

43. Orang Cina tidak mencari-cari alasan. Mereka berusaha menghilangkan alasan apa pun dan menjauhkan diri dari pendapat-pendapat negatif (yang tidak membantu mereka).

44. Pandai atau tidaknya seorang pedagang hanya dapat diketahui setelah dia berhasil mengatasi segala rintangan yang menghadang di dalam perdagangan yang beresiko tinggi.

45. Sekali melangkah, mereka akan terus melangkah. Tidak ada kata mundur.

46. Orang Cina percaya, nasib buruk dapat diubah. Sial dan malang dapat dibuang dan digantikan dengan nasib baik.

47. Masalah adalah batu loncatan, dan bukan penghalang sebuah keberhasilan.

48. Pedagang tidak harus cerdik dan memiliki otak yang cerdas. Yang diperlukan adalah KEBERANIAN menghadapi tantangan apa pun yang datang.

49. Kedinamisan dalam masyarakat Cina berkaitan erat dengan sikap mental orang Cina, fleksibel, mudah beradaptasi, menyesuaikan diri dengan perubahan iklim ekonomi dan perilaku pasar.

50. Pedagang Cina biasanya tutup buku pada setiap akhir tahun. Suatu perdagangan dikatakan berhasil jika pada akhir tahun itu mencatat keuntungan. Para pedagang Cina akan menyelesaikan utang tiga hari menjelang tahun baru.

51. Pamali bagi pedagang, tidak boleh mengatakan sesuatu yang tidak baik ketika memulai babak baru perdagangannya.

52. Lokasi perdagangan yang dianggap baik adalah yang memiliki kemudahan memarkir kendaraan, angkutan umum, dan dekat dengan pusat administrasi pemerintahan.

53. Feng Shui adalah ilmu sains dan geografi yang digunakan orang Cina untuk mencari tempat membangun usaha perdagangan dan rumah kediaman.

54. Impian hanya tinggal impian jika pedagang terus bertahan di batas bawah dan tidak mau mengubah sikap mental dan tindakan.

55. Orang Cina mewujudkan impiannya dengan menyusun strategi untuk memperkecil risiko kerugian, memperbaiki kedudukan dan masa depannya.

56. Pedagang harus memiliki daya tahan dan semangat juang yang tinggi, tidak mudah takluk pada keadaan, tetapi berusaha membuat keadaan tunduk pada kehendak mereka.

57. Modal, bukan penentu utama untuk berhasil atau tidaknya perdagangan. Kadangkala modal yang sedikit diiringi dengan pengetahuan seluk beluk perdagangan yang mantap dapat membuat pedagang berhasil.

58. Mereka yang sudah memiliki tekad untuk berdagang tidak perlu membuang waktu membuat perencanaan yang rapi, memikirkan resiko, dan mempertimbangkan untung rugi. Yang diperlukan adalah tindakan nyata setelah memikirkan strategi dagang yang terbaik.

59. Perjalanan seribu batu dimulai dengan langkah pertama.

60. Keberhasilan orang Cina bukan disebabkan keahlian mereka dalam bidang perdagangan melainkan hasil kerja keras, kesungguhan, keberanian, keyakinan, perencanaan, keringat, air mata, dan pengorbanan yang turut melibatkan seluruh anggota keluarga.

61. Orang Cina rela menebalkan muka, menahan caci maki orang lain, dan hidup sederhana. Setiap sen yang diperolehnya digunakan dengan sangat hati-hati.

62. Jika ingin mencari rekan bisnis, carilah orang yang dapat dipercaya. Teman dekat belum tentu menjamin bahwa dia akan setia dan tidak akan mengkhianati temannya.

63. Agar keuntungan terus bertambah, sebagian keuntungan disumbangkan kepada yang membutuhkan, sebagian digunakan untuk investasi kembali.

64. Wawasan bisnis orang Cina : Kesulitan, kepedihan, keletihan, tidak pernah melemahkan pedagang yang berwawasan. Dalam perdagangan, ada waktunya muncul dan tenggelam. Jika tenggelam, harus muncul kembali, jika jatuh harus cepat bangun lagi dengan kekuatan yang baru.



Semoga bermanfaat dan menambah semangat menjalankan usaha Anda.

Baca Selengkapnya ....

Cara Dan Tips Trik Membuka Usaha Baru

Posted by Unknown 0 komentar
Beberapa dari teman-teman mungkin ingin membuka usaha baru. Namun bingung dalam menentukan usaha apa yang cocok, yang mudah, dan tentunya yang bisa memberi keuntungan besar.

Sebenarnya kita tidak perlu bingung. Jika kita memahami bahwa semua usaha dengan modal awal yang sama maka relatif sama pula hasil maupun resikonya.

Sedangkan untuk prospek kedepannya setiap usaha akan sukses atau gagal, itu lebih tergantung pada kinerja dan mindpower kita.
Dan kinerja serta mindpower sangat dipengaruhi oleh suka tidaknya kita pada apa yang kita lakukan. Halah.. malah cerita mindpower..
Pokoknya dan intinya semua usaha itu sama. Tinggal Anda suka dan sreg yang mana?

Okey.. setelah Anda menentukan jenis usaha, lokasi dan kisaran modal yang disiapkan. Maka agar usaha Anda lancar dan sukses, ada 3 tips sederhana untuk dilakukan.

3 Tips Trik membuka usaha baru:

1. MELIHAT:
Lihatlah dan perhatikan usaha yang lebih dulu buka. Kalau bisa cari beberapa sebagai pembanding. Perhatikan secara keseluruhan, baik penataan, pelayanan maupun cara kerja.

2. MENIRU:
Dari yang Anda perhatikan diatas, tirulah mereka. Sebisa mungkin persis sama. Kecuali nama dan merek tentunya.. bisa-bisa kita dituntut di pengadilan nantinya.

3. MENAMBAH :
Nah, setelah Anda meniru mereka. Maka perlu bagi Anda untuk menambahkan beberapa point yang menurut Anda bisa memberi nilai plus bagi usaha Anda. Misal: harga lebih murah, tempat lebih menyenangkan, sarana dan service pendukung lebih lengkap, SPG lebih cantik.. he..he.. (ga lupa kalo yg ini) atau apa saja yang bisa memberi nilai lebih dibanding pesaing Anda.

Mudah dan sederhana khan, Anda tidak perlu susah payah berfikir rumit. Cukup MELIHAT, MENIRU, MENAMBAH dan ini.. nih.. yang penting, MELAKUKANnya segera.
Jangan lupa berdo’a dan bersedekah ya? Semoga kesuksesan menjadi milik Anda.

sumber: http://diradja.wordpress.com

Baca Selengkapnya ....

Technopreneur

Posted by Unknown Rabu, 01 Agustus 2012 0 komentar
Technopreneur, adalah wirausaha yg bermodal teknologi.

Sekarang anda bisa memanfaatkan teknologi sebagai sumber penghasilan anda. Anda bisa Internet?. Anda bisa jadi PENGUSAHA !!!

Raih penghasilan tidak terbatas dari internet, tanpa perlu membayar apapun kepada kami. GRATIS !. Karena ini adalah peluang kerjasama yang saling menguntungkan

ketika kita memulai usaha niat kan dengan ikhlas untuk menjalani nya ,,, dan selalu yakin serta optimis bahwa kita mampu untuk mencapainya ... salam sukses LUAR BIASA !!!

PELAJARI TIPS-TIPS SUKSES BISNIS ONLINE DSNI www.kahazza.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....

Jangan Ngemis Pekerjaan

Posted by Unknown Minggu, 10 Juni 2012 0 komentar
Kisah-kisah keteladanan para ulama salaf tidak pernah habis diceritakan. Termasuk sebaik-baik cara mereka memotivasi diri guna meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala. Kita mengambil teladan dari mereka tersebab jiwa manusia lebih mudah mengambil teladan dari contoh yang berupa kisah nyata, dan menjadikannya lebih semangat beramal serta bersegera dalam kebaikan (1). Imam Abu Hanifah berkata, “Kisah-kisah (keteladanan) para ulama dan duduk di majelis mereka lebih aku sukai daripada kebanyakan (masalah-masalah) fikih, karena kisah-kisah tersebut (berisi) adab dan tingkah laku mereka (untuk diteladani).” (2) 

Teladan kita kali ini Abdullah bin Mubarak Al-Marwazi (wafat pada 181 H). Imam besar ternama dari kalangan Atba’ut Tabi’in (generasi setelah tabi’in) terpercaya dan teliti meriwayatkan hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau memiliki banyak keutamaan dan sifat terpuji. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, “Beliau seorang yang terpercaya lagi sangat teliti (dalam meriwayatkan hadis), orang yang memiliki ilmu dan pemahaman (yang dalam), sangat dermawan lagi (sering) berjihad (di jalan Allah Ta’ala), terkumpul padanya (semua) sifat-sifat baik.” (4)


Di antara keutamaan besar yang disebutkan dalam biografinya adalah ketika imam besar di zaman beliau, Fudhail bin ‘Iyadh berkata kepada beliau, “Engkau memerintahkan kepada kami untuk (hidup) zuhud, tidak berlebihan dan sederhana (dalam kehidupan dunia), tapi kami melihat engkau mengekspor barang-barang dagangan dari negeri Khurasan ke Tanah Haram/Mekkah (untuk dijual), bagaimana ini?” Abdullah bin Mubarak menjawab, “Sesungguhnya aku melakukan (semua) itu hanya untuk menjaga mukaku (dari kehinaan meminta-minta), memuliakan kehormatanku (agar tidak menjadi beban orang lain), dan menggunakannya untuk membantuku dalam ketaatan kepada Allah.” Lalu Fudhail bin ‘Iyadh berkata, “Wahai Abdullah bin Mubarak, alangkah mulianya tujuanmu itu jika semuanya benar-benar terbukti.” (5)
Ternyata ucapan beliau benar-benar terbukti. Beliau orang yang sangat terkenal dermawan, membantu orang miskin dengan sumbangan harta sangat besar setiap tahun , membiayai semua perbekalan orang-orang yang menunaikan ibadah haji bersama beliau. (7)

ENAM PELAJARAN
Beberapa pelajaran berharga dapat kita petik dari kisah tersebut.
Pertama, keutamaan bekerja mencari nafkah yang halal dan berusaha memenuhi kebutuhan diri dan keluarga dengan usaha sendiri. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah seorang (hamba) memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya (sendiri), dan sungguh Nabi Daud ‘Alaihis salam makan dari hasil usaha tangannya (sendiri).” (8)

Kedua, termasuk sifat mulia yang dimiliki Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang saleh adalah mencari nafkah yang halal dengan usaha mereka sendiri, dan tidak melalaikan mereka dari amal saleh lainnya, seperti berdakwah di jalan Allah Ta’ala dan menuntut ilmu agama. Dalam hadis lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Nabi Zakaria ‘Alaihis sallam adalah seorang tukang kayu.” (9)

Ketiga, usaha yang halal dalam mencari rezeki tidak bertentangan dengan sifat zuhud, selama usaha tersebut tidak melalaikan manusia dari mengingat Allah Ta’ala. Allah berfirman memuji hamba-hamba-Nya yang saleh, yang artinya,
“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual-beli dari mengingat Allah, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat. Mereka takut pada hari (pembalasan) yang (pada saat itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (QS. An-Nur:37)

Imam Ibnu Katsir berkata, “Mereka adalah orang-orang yang tidak disibukkan/ dilalaikan harta benda dan perhiasan dunia, serta kesenangan berjual-beli (berbisnis) dan meraih keuntungan (besar) dengan mengingat (beribadah) kepada Rabb mereka (Allah Ta’ala) Yang Maha Menciptakan dan Melimpahkan Rezeki kepada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang mengetahui (meyakini) bahwa (balasan kebaikan) di sisi Allah Ta’ala lebih baik dan lebih utama daripada harta benda di tangan mereka, karena yang di tangan mereka akan habis/musnah, sedangkan balasan di sisi Allah kekal abadi.” (10)

Keempat, bekerja dengan usaha yang halal, meskipun dipandang hina oleh manusia, lebih baik dan mulia daripada meminta-minta dan menjadi beban orang lain. (11) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sungguh jika salah seorang dari kalian mengambil tali, lalu pergi ke gunung (untuk mencari kayu bakar), kemudian dia pulang dengan memikul seikat kayu bakar di punggungnya lalu dijual, sehingga dengan itu Allah menjaga wajahnya (kehormatannya), maka ini lebih baik daripada dia meminta-minta kepada manusia, diberi atau ditolak.” (12)

Kelima, mulianya sifat ‘iffah (selalu menjaga kehormatan diri dengan tidak meminta-minta) serta tercelanya sifat meminta-minta dan menjadi beban orang lain. Inilah sifat mulia para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana firman Allah Ta’ala, yang artinya,

“(Berinfaklah) kepada orangorang fakir yang terikat (oleh jihad) dijalan Allah. Mereka tidak dapat (berusaha) di bumi. Orang yang tidak tahu (keadaan mereka) menyangka mereka orang kaya karena mereka memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak.” (QS. Al-Baqarah: 273)

Keenam, keutamaan berdagang (berniaga) yang halal, dan inilah pekerjaan yang disukai dan dianjurkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat Radhiyallahu ‘anhum, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis yang sahih. (13) Ada pun hadis “Sembilan per sepuluh rezeki adalah dari perniagaan”, maka ini adalah hadis yang lemah, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Al-Albani. (14)

Semoga menjadi kebaikan bagi semua orang yang membacanya.
Sumber: Majalah Pengusaha Muslim

Anda juga bisa berlangganan Majalah Pengusaha Muslim Digital kunjungi: http://shop.pengusahamuslim.com/
Catatan :
1. Lihat keterangan syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam tafsir beliau (hal. 271)
2. Dinukil oleh imam Ibnu ‘Abdil Barr dalam kitab Jaami’u bayaanil ‘ilmi wa fadhlihi (No. 595)
3. Biografi beliau dalam kitab Tahdzibul kamal (16/5) dan Siyaru a’laamin nubala’ (8/378)
4. Kitab Taqriibut tahdziib (hal. 271)
5. Kitab Tahdzibul kamal (16/20) dan Siyaru a’laamin nubala (8/387)
6. Lihat kitab Siyaru a’laamin nubala” (8/386)
7. Ibid (8/385-386)
8. HSR Al-Bukhari (No. 1966)
9. HR. Muslim (No. 2379)
10. Kitab Tafsir Ibnu Katsir (3/390)
11. Lihat kitab Bahjatun nazhiriin (1/598)
12. HR. Al-Bukhari (No. 1402) dan (No. 1410)
13. HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul kabiir (23/300, No. 674) dan dinyatakan jayyid (baik/sahih) oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilatul ahaaditsish shahiihah (No. 2929)
14. Dalam Silsilatul ahaa-ditsidh dha’iifah (No. 3402)

Baca Selengkapnya ....

FAKULTAS EKONOMI

Posted by Unknown Kamis, 07 Juni 2012 0 komentar
FAKULTAS EKONOMI (UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO)

VISI :Terwujudnya linkungan yang islami dan kondusif dalam mengembangkan IPTEK dan atau Seni bertumpu pada prinsip-prinsip inovatif dan dinamis bercirikan kemandirian dan kewirausahaan.
MISI :mengembangkan dakwah amar makruf nahi mungkar dalam melaksanakan catur darma perguruan tinggi muhammadiyah sehingga melahirkan pola pikir dan manfaat kehidupan lahir dan batin.
TUJUAN : Menhasilkan lulusan yang mampu mengaplikasikan keilmuan dalam menganalisa dan memcahkan masalah-masalah dalam bidang Ekonomi.



STUDI MANAJEMEN :
VISI : Menghasilkan lulusan yang terampil dalam berwirausaha dan berkepribadian islami

MISI: Membrikan kontribusi dalam mewujudkan lulusan yang menguasai ilmu manajemen dan mengaplikasikan dalam kewirausahaan dan berkepribadian islami


KOMPETENSI: Menhasilakan lulusan yang menhasilkan kompetensi dalam usaha kecil dan menengah dan manajemen perkreditan serta berkepribadian islami.
www.umpo.ac.id

Baca Selengkapnya ....

(KOMMENT) Ponorogo

Posted by Unknown Rabu, 06 Juni 2012 0 komentar
KOMMENT
(Komunitas Mahasiswa Muda Enterpreneur)


Para Enterpreneur Muda Yang bisa membangun bangsa, dengan menciptakan lapangan pekerjaan serta dapat meningkatkan dan mensejahterakan perekonomian masyrakat.,
Salam Sukses Pengusaha Muda ...!!!

Baca Selengkapnya ....